U s a m a h
Hidup tanpa idealisme adalah sekedar proses menunggu kematian
Monday, February 16, 2009
Wednesday, August 27, 2008
CELAH MEI 2008
Berpikir Positif
”Tolong, saya hampir gila. Jawab pertanyaan saya, apakah Tuhan itu ada atau tidak?,” ujar seorang wanita muda dengan sorot mata memelas. Meski sekolahnya tinggi dan pekerjaannya cukup menjanjikan, tapi tak mampu membantunya menemukan jawaban atas pertanyaan penting bagi kelangsungan hidupnya.
Wanita muda ini membawa beban jiwa yang amat berat untuk ditanggungnya. Pertengkaran orang tua saat ia di usia dini membuatnya trauma berkepanjangan. Awalnya hanya tampak pada ketidakmampuannya menjalin hubungan sosial, ketakutan menghadapi perkawinan, bahkan menimbulkan kesangsian akan keberadaan Sang Pencipta.
Ekspresi rasa sakit dan kepedihan hati ibunya ketika dipukul dan diperlakukan kasar, menimbulkan kesedihan dan tak lenyap dari benaknya. Ia kasihan sekaligus kesal pada sang ibu yang tak pernah mau pergi untuk menghindari kekerasan ayahnya. Rasa sakit hati dan dendam pada sang ayah tetap disimpannya sampai ia besar.
Ia tumbuh dengan jiwa rapuh. Dua tahun menjalani terapi pada psikolog tak membuahkan hasil. Dengan kemampuan intelektualnya yang tinggi, ia mampu memperdayai sang psikolog. Karena itu, gelar sarjana pun dapat diraih dengan mulus, namun dengan kondisi kejiwaan yang sangat tidak stabil.
Tak berhenti sampai di situ, ustadz dan ustadzah pun ditemui satu persatu. Ia mengadukan permasalahannya. Nasihat demi nasihat ia dengarkan, namun ia tetap tak mendapat jawaban.
Pada suatu saat, sebuah diskusi antar orangtua anak-anak berkebutuhan khusus (special need) menyentak kesadarannya. Betapa para orangtua tersebut melakukan berbagai cara agar buah hatinya dapat menuntaskan tugas kehidupan dari Sang Maha Pencipta, meski dengan berbagai keterbatasannya.
Ia mendengarkan seluruh pembicaraan itu, dan menemukan jawaban. ”Saya ternyata bukan yang terparah. Ada kerja dan kontribusi ayah di dalam diri dan keberhasilan saya. Saya mau pulang,” ujarnya dengan air mata berlinang.
Seakan melepaskan beban berat yang selama ini ia bawa kemanapun. ”Kalau saya tidak berpikir positif dan memaafkan ayah, beban akan terus saya bawa hingga di ujung kematian saya,” ujar gadis tersebut.
Berpikir positif telah menyelamatkan gadis itu dari penderitaan panjangnya. Meski tak mudah untuk selalu berpikir positif, namun itu akan selalu membantu kita dalam memandang realitas.
Seperti kisah Nabi Isa ‘Alaihissalam (AS). Dalam sebuah perjalanan Nabi Isa AS dengan murid-muridnya melewati bangkai seekor anjing yang sudah membusuk. Semua murid Nabi Isa AS menutup hidung dan mengatakan betapa baunya bangkai anjing itu. Namun Nabi Isa AS sebaliknya malah terpukau dengan bangkai itu dan berkata, “Betapa putih dan rapinya gigi anjing itu, padahal tubuhnya sudah membusuk!” Karena yang ada di dalam pikiran Nabi Isa AS hanya hal yang positif, maka ia pun hanya melihat hal-hal yang baik. Apa yang kita pikirkan itulah yang kita lihat.
Dalam kehidupan sehari-hari, di antara orangtua dan anak memang kerap terjadi konflik dan salah persepsi. Meski sama-sama menginginkan yang terbaik, namun selalu ada sudut pandang yang berbeda. Orangtua dengan pengalaman hidup di masa lalunya tentu cara berpikirnya berbeda dengan anak-anak yang dibesarkan dalam zaman yang berbeda. Selalu berpikir positif, akan sangat menolong kita untuk jernih melihat setiap persoalan. *
Ida S. Widayanti/Suara Hidayatullah
Baca Selengkapnya
ALBUM MEI 2008
Rakerwil DPW Hidayatullah Jakarta.....HEADLINE
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hidayatullah DKI Jakarta pada tanggal 5-6 April lalu menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) III. Acara yang bertema, “Sinergi Dakwah Membangun Masyarakat Ibu Kota” ini, diselenggarakan di aula Masjid Baitul Karim, Jakarta. Acara ini dibuka oleh Husein Murad, asisiten I Pamong Praja Jakarta Timur. Rakerwil dirangkai juga dengan pelantikan Tim SAR Hidayatullah Jakarta dan orasi dakwah olah Ustadz Abdurrahman al-Baghdadi (pendiri HTI) dan Ismail Yusanto (Jubir HTI). *
Ibnu Syafa’at/Suara Hidayatullah
Peringatan Maulid Nabi SAW
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri I Watansoppeng, Sulawesi Selatan, mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) tanggal 22 Maret lalu. Acara yang berlangsung di aula sekolah tersebut, dihadiri oleh Kasek SMAN I Watansoppeng, Drs Udil Hamzah, pejabat dari Departemen Agama dan Dikmudora. Sebagai pembawa tausiah maulid Ustadz H Ambo Aco, S. Ag, M. Ag. Acara tersebut juga dimeriahkan grup Qasidah SMAN I Watansoppeng. * Hutbaya/Suara Hidayatullah
Bedah Buku Keluarga
Akhir bulan Maret lalu, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bekerjasama dengan Komunitas Rumah Cinta (KRC) dan penerbit Pustaka Inti menggelar bedah buku “Mengenalkan Allah dengan Cinta” di Gedung Perpustakaan Umum Daerah Propinsi DKI Jakarta. Hadir sebagai pembicara Ninih Mutmainnah (penulis buku), Irawati Istadi (penulis buku), dan Bunda Aini (Pengasuh KRC). *Masykur/Suara Hidayatullah
Outbond dan Training Kader Dakwah
Pada tanggal 21-22 Maret lalu, Pesantren Pertanian At-Taqwa, Hidayatullah Bandung Barat mengadakan acara Outbond dan Training Kader Dakwah dengan tema “Menuju Masyarakat Berkah dan Mandiri Secara Ekonomi dengan Pengamalan Islam”. Acara tersebut bertempat di Pesantren Pertanian At-Taqwa, Hidayatullah Kabupaten Bandung Barat bekerjasama dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Bandung. *Rayadhi Oktaviana/Suara Hidayatullah
Penandatanganan Prasasti
Pada tanggal 22 Februari, dilaksanakan penandatanganan prasasti oleh Ketua LAZ PT Semen Padang, Ir Fuad Salim dan Pimpinan Pondok Pesantren Thawalib Parabek, Sumatera Barat, Syeikh Imam Muzakir. Acara tersebut merupakan kerjasama antara LAZ PT Semen Padang yang telah membantu membangun dua lokal ruang belajar untuk Pesantren Thawalib Parabek.* Dodi Nurja/Suara Hidayatullah
Wakaf Mushaf Al-Qur’an
Pada tanggal 27 Maret lalu, Gerakan Mahabbah al-Qur’an pimpinan Cut Putri menyerahkan wakaf al-Qur'an sebanyak 100 mushaf dan Majelis Taklim Nurul Huda (Hj Ainun BJ. Habibie) menyerahkan 1 paket majalah ORBIT kepada Pesantren Hidayatullah Cabang Bandung. Penyerahan tersebut bertempat di kediaman Hj Ainun BJ. Habibie di Jalan Patra Kuningan XIII no. 3 Jakarta. * Sahid/Suara Hidayatullah
Seminar Kepemimpinan
Akhir bulan Maret lalu, Ikatan Keluarga Mahasiswa Islam (IKMI) Universitas Mpu Tantular menggelar Seminar Nasional Kepemimpinan. Acara yang bertema, “Ulama Menuju RI 1: Tantangan dan Respon Umat” ini berlangsung di Kampus A Universitas Mpu Tantular, Jakarta. Bertindak sebagai pembicara, Fuad Amsyari (Sekjen Partai Bulan Bintang), KH. Ohan Sujana (Serikat Islam), dan Fauzan al Anshari (Ketua Panitia Persiapan Kepemimpinan Nasional).*
Ibnu Syafa'at/Suara Hidayatullah
Taklim Perkantoran
LAZ Portal Infaq dan koran Republika mengadakan acara Kajian lintas Perkantoran (28/4). Acara yang diadakan di Masjid Al-Hakim, Graha Sucofindo, Jakarta ini bertema, “Mendidik anak Cara Rasulullah”. Acara menghadirkan pembicara Mutamimul 'Ula, SH dan istri (anggota DPR/MPR) dan Berliana Febrianti (artis sinetron). Acara ini dihadiri oleh para eksekutif muda di lingkungan Graha Sucofindo, karyawan perkantoran, dan masyarakat sekitar. * Rusmin Nuryadin/Suara Hidayatullah
Tabligh Akbar
Ustadz H Aslih Ridwan, S.Ag. (Pimpinan MAI & Penceramah Bens Radio) secara simbolis memberikan santunan bagi anak-anak yatim pada acara Tabligh Akbar Madrasah Diniyyah MAI, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, akhir bulan Maret lalu. Hadir dalam acara ini Ustadz Koko Liem (Dai TPI), Ustadz H Aslih Ridwan, S. Ag (Pimpinan MAI & Penceramah Bens Radio), dan Drs Imam Gunawan (Asisten Deputi Pengembangan IPTEK & IMTAQ MENPORA RI). Acara dipandu oleh H Sonet (Fandy Baskara) penyiar Bens Radio.*
Zhillan Sofandi/Suara Hidayatullah
Pelatihan Kader Dai
Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kediri, Jawa Timur mengadakan pelatihan kader dai, awal bulan April lalu. Acara yang bertempat di Masjid Hidayaturrahman Bandar Lor, Kediri ini dibuka oleh Ustadz Abdullah Azzam sekaligus penyampai materi “Energi Syahadat”. Acara ini diikuti sekitar 20 peserta dari daerah Kediri dan sekitarnya. Materi pelatihan meliputi; konsepsi berislam, retorika dakwah, problematika umat, dan akhlak juru dakwah. Acara ini menampilkan pemateri para dai Hidayatullah, dai kota Kediri, serta praktisi dakwah.* Danang Al-Mubarozaq/Suara Hidayatullah
Baca Selengkapnya
ADAB MEI 2008
Mencari Rezeki
Dunia adalah tempat kita bercocok tanam. Sedang akhirat, tempat kita menuai hasil. Meski demikian, Islam tak pernah melarang umatnya untuk berikhtiar mengais rezeki dunia. Hanya saja, ada beberapa rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam mencari rezeki tersebut:
1. Mencari Rezeki adalah Ibadah
Motivasi paling kuat dalam mencari rezeki adalah menjadikannya sebagai amal ibadah. Firman Allah, "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah sebanyak-banyaknya dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung." (al-Jumu`ah [62]: 10).
2. Memelihara Iman
Modal awal seorang Muslim dalam berusaha adalah takwa. Selain itu, ia juga menjadi kunci utama mendatangkan rezeki. Allah berfirman, "...Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka." (ath-Thalaq [65]: 2-3).
3. Mencari yang Halal
Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam (SAW), "Tak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba sampai ia ditanya tentang umurnya, untuk apa dia habiskan? Tentang ilmunya, dalam hal apa dia amalkan? Tentang hartanya, darimana dia dapatkan dan kemana ia nafkahkan? Dan tentang badannya, dalam hal apa dia binasakan? (Riwayat at-Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Targhib wa Tarhib).
4. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Firman Allah, "Maka Aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (Nuh [71]: 10-12).
5. Rajin Berinfak
Ibnu Katsir menjelaskan: Betapapun sedikit harta yang kamu infakkan pada perkara yang diperintahkan kepadamu, ataupun yang bersifat mubah (boleh), niscaya Allah pasti menggantinya untukmu di dunia. Sedang di akhirat kamu akan diberi pahala dan ganjaran. Firman Allah, "...Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki." (Saba' [34]: 39).
6. Ringan Tangan kepada Orang Lemah
Memuliakan dan suka menolong orang lemah menjadi salah satu rahasia dalam mencari rezeki. Sabda Nabi SAW, "Tidaklah kalian mendapatkan pertolongan dan mendapatkan rezeki melainkan disebabkan orang-orang lemah di antara kalian." (Riwayat al-Bukhari).
7. Menyambung Tali Silaturahim
Sabda Rasulullah SAW, "Pelajarilah nasab-nasab kalian agar kalian dapat menyambung tali silaturahim kerabat-kerabat kalian. Karena sesungguhnya menyambung tali silaturahim itu adalah sebab kecintaan di dalam keluarga, sebab berlimpahnya harta, dan sebab tertundanya ajal (umur diperpanjang)." (Riwayat Ahmad, at-Tirmidzi, dan al-Hakim)
8. Tak Meminta-minta
Sabda Nabi SAW, "Salah seorang dari kalian senantiasa meminta-minta sehingga dia akan menjumpai Allah dalam keadaan tidak ada daging di wajahnya." (Muttafaq’alaihi).
9. Bersikap Zuhud
Zuhud adalah obat penawar dari kegemerlapan dunia. Dengannya, seorang Muslim dapat terjaga dari fitnah dunia. Wasiat Nab SAW, "Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau orang yang sedang dalam perjalanan." (Riwayat al-Bukhari)
10. Tawakkal kepada Allah
Firman Allah, "...Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya..." (Ath-Thalaq [65]: 3). Tawakkal di sini tak bermakna berpangku tangan, tanpa mau berusaha sedikit pun. *Masykur/Suara Hidayatullah
Labels: Arsip mei
Baca Selengkapnya
ALMANAK APRIL 2008
KITAB-KITAB TAFISR LOKAL
Selama ini kitab tafsir al-Qur’an yang dikenal umat Islam Indonesia adalah kitab tafsir karangan ulama luar. Sebut misalnya kitab tafsir Ibnu Katsîr, kitab tafsir at-Thabâri, kitab tafsir al-Mannar karya Muhammad ‘Abduh dan Rasyid Ridha, dan kitab tafsir fî dzilâlil qur`an tulisan Sayyid Qutb. Semuanya berbahasa arab.
Indonesia sebetulnya juga memiliki kitab -kitab tafsir yang ditulis oleh para ulama nusantara dengan memakai bahasa Indonesia, di antaranya adalah:
1. Al-Furqan karya Ahmad Hassan
A. Hassan, salah seorang tokoh pembaharu Islam di awal abad ke-20, menulis tafsir yang diberi nama tafsir al-Furqan. Tokoh Persis ini menulis tafsirnya dari tahun 1920 hingga 1950. Beberapa juz yang telah selesai ditafsirkan lalu diterbitkan pertama kali tahun 1928. Atas desakan anggota Persis, ia kembali menerbitkan tafsirnya tahun 1941, tidak lengkap 30 juz hanya sampai surat Maryam. Barulah pada tahun 1956 tafsir al-Furqan diterbitkan lengkap dari juz pertama sampai juz 30.
Dalam menyusun tafsirnya, A. Hassan memulai dengan menuliskan pendahuluan yang terdiri dari 34 pasal. Di dalamnya dijelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan al-Qur’an dan tafsirnya. Di antaranya ia menjelaskan mengenai, sejarah al-Qur’an, cara menerjemahkan ayat dalam tafsirnya dan penjelasan mengenai beberapa istilah dalam bidang tafsir.
Metode tafsir yang dipakai A. Hassan adalah mula-mula ia menerjemahkan ayat-ayat al-Qur’an dengan menggunakan metode harfiah, yaitu penerjemahan kata demi kata. Kecuali terhadap beberapa kata yang tidak memungkinkan untuk diterjemahkan dengan metode ini, maka ia menggunakan metode maknawiyah. Selanjutnya ia memberikan kesimpulan bahasan pada setiap akhir surat.
Tahun 2006, tafsir al-Furqan kembali diterbitkan oleh Pustaka Mantiq bekerjasama dengan Universitas al-Azhar dalam satu jilid.
2. Al-Azhar karya Hamka
Tahun 1958 Hamka mengadakan pengajian ba’da shubuh di masjid al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta. Materi yang disampaikan dalam pengajian itu adalah tafsir dari ayat-ayat al-Qur’an. Ia memulainya dengan membahas tafsir surat al-Kahfi. Kemudian sejak tahun 1962 - 1964 materi yang disampaikan Hamka di pengajian itu ditulis secara rutin di majalah Gema Islam. Lalu pada tahun 1966 terbitlah untuk pertama kalinya tafsir al-Azhar, walaupun belum lengkap 30 juz. Baru pada tahun 1981, Hamka menerbitkan tafsirnya secara lengkap 30 juz.
Dalam pengantar tafsirnya, Hamka menjelaskan bahwa tafsirnya dinamakan al-Azhar karena ia berasal dari materi pengajian shubuh di Masjid al-Azhar. Yang menarik, proses penulisan tafsirnya ini sebagian diselesaikan di dalam penjara, saat ia dibui oleh rezim Orde Lama.
Penerima gelar Ustadziyah Fakhriyah (Doktor Honoris Causa) dari Universitas al-Azhar, Mesir ini menjelaskan bahwa madzhab penafsiran yang ia pakai adalah madzhab salafi, yaitu madzhab Rasulullah dan sahabat-sahabatnya serta ulama-ulama yang mengikuti jejak mereka. Sebagai pedoman bagi para pembaca, ia menyebut sumber-sumber yang ia rujuk dalam menafsirkan sebuah ayat. Sumber-sumber itu antara lain: tafsir at-Thabari, tafsir fî dzilâlil qur`an, karya-karya berbahasa Melayu, juga koleksi dan syarah kitab Hadits dan karya-karya standar dalam fikih maupun tasawuf.
Tafsir al-Azhar telah mengalami cetak ulang berkali-kali. Juga pernah diterbitkan di Singapura dan beredar di Malaysia, Brunei hingga Thailand. Bahkan sebuah sumber mengatakan bahwa tafsir ini sudah dibaca orang dari mulai Mesir hingga London.
3. An-Nur Karya Hasbi Ash-Shiddiqi
Tafsir an-Nur adalah tafsir karangan Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddiqi, seorang ulama asal Aceh. Ia menulis tafsirnya sejak tahun 1952 hingga tahun 1961 di sela-sela kesibukannya mengajar, menjadi dekan fakultas Syariah IAIN dan menjadi anggota konstituente dari partai Masyumi.
Latar belakang penulian tafsir ini, karena ia melihat banyak umat Islam Indonesia yang mulai tertarik untuk mendalami ajaran Islam, termasuk tafsir al-Qur’an. Tapi sayang, kebanyakan di antara mereka tidak menguasai bahasa Arab, padahal kitab-kitab tafsir umumnya berbahasa Arab.
Sistem penulisan tafsir ini pertama-tama menyajikan pengantar umum bagi setiap surat. Dengan menghubungkan hal-hal yang menghubungkan sebuah surat dengan surat sebelumnya. Kemudian menyebutkan satu, dua, atau tiga ayat al-Qur’an yang mengandung satu pembahasan. Kemudian ayat tersebut diterjemahkan maknanya dengan cara yang mudah difahami. Setelah itu barulah Hasbi menafsirkan inti dari ayat-ayat terebut. Selanjutnya ia menyebutkan ayat-ayat lain yang mengandung pembahasan yang sama. Terakhir untuk lebih memudahkan memahami maksud ayat-ayat itu ia menyebutkan asbabun-nuzulnya.
Dalam menulis tafsirnya, Hasbi merujuk kepada kitab-kitab tafsir induk, terutama: tafsir Ibnu Katsir, tafsir al-Manar, tafsir al-Qasimy, tafsir al-Maraghy, dan tafsir al-Wadlih. Sementara dalam menerjemahkan ayat ke dalam bahasa Indonesia ia berpedoman pada tafsir Abu Su’ud, tafsir Shiddieq Hasan Khan dan tafsir al-Qasimy. Materi tafsir yang terdapat dalam An-Nur, Hasbi sarikan dari tafsir-tafsir mu’tabar, terutama dari tafsir al-Maraghy. Ayat dan Sementara dalam menerangkan ayat-ayat yang semakna dengan ayat-ayat yang sedang ditafsirkan, Hasbi berpedoman pada tafsir Ibnu Katsir, karena Ibnu Katsir banyak menafsirkan ayat dengan ayat.
Tahun 1995 tafsir an-Nur diterbitkan oleh Pustaka Rizki Putra Semarang dalam lima jilid.
4. Al-Misbah karya Quraish Shihab
Tafsir al-Misbah adalah karya Quraish Shihab, seorang Doktor Tafsir lulusan Al-Azhar, Mesir. Tafsir ini mulai ditulis pada tanggal 04 Rabi’ul Awwal tahun 1420 H. bertepatan dengan tanggal 18 Juni tahun 1999. Maka dibanding tiga tafsir sebelumnya, al-Misbah adalah tafsir terkini. Saat itu Quraish sedang bermukim di Mesir sebagai Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Somalia dan Jibuti.
Tafsir al-Misbâh terdiri dari 15 volume, setiap volumenya terdiri dari beberapa surat. Dalam pengantar tafsirnya, Quraish menjelakan mengenai makna dan pentingnya tafsir bagi seorang Muslim. Ia juga menjelaskan bahwa tafsir yang ia tulis tidak sepenunya hasil ijtihad dirinya. Akan tetapi merupakan saduran dari beberapa tafsir terdahulu, seperti tafsir Thanthawi, tafsir Mutawali’ Sya’rawi, tafsir fî dzilâlil qur`an, tafsir Ibnu ’Asyur, dan tafsir Thabathaba’i. Namun menurut Quraish, tafsir yang paling berpengaruh dan banyak dirujuk dalam al-Misbah adalah tafsir Ibrahim Ibn ’Umar al-Biqâ’i, seorang mufasir asal Lebanon yang meninggal pada tahun 1480 M. Tafsir inilah yang menjadi bahan disertasinya ketika ia menyelesaikan Doktornya di al-Azhar.
Dalam menulis tafsirnya, Quraish memberikan pengantar terlebih dahulu pada setiap awal surat yang berisi tujuan dan tema pokok surat tersebut. Karena menurutnya jika seseorang sudah mampu memahami tema pokok sebuah surat, maka secara umum ia dapat memahami pesan utama setiap surat.
Kemudian ia membagi surat kepada beberapa kelompok ayat. Al-Fatihah umpamanya ia bagi menjadi dua kelompok ayat, kelompok pertama ayat 1-4 sedangkan kelompok kedua ayat 5-7, pembagian ayat itu didasarkan kepada adanya keterkaitan antar ayat.
Tafsir al-Misbâh mendapat respon yang bagus dari masyarakat. Bulan September tahun 2007 tafsir ini telah mengalami delapan kali cetak ulang. *Ibnu Syafa’at/Suara Hidayatullah
Baca Selengkapnya
Tuesday, December 25, 2007
Sang pemimpi
Dari mimpi kita memiliki tujuan.Dari tujuanlah lahir semangat+geraak mewujudkan mimpi tersebut.
Saya pernah bermimpi untuk kuliah, dan saya sedang dalam tahap akhir kuliah. Mudah-mudahan berakhir dengan baik,bukan baik nilai2nya(IP) tapi kuliah selesai tepat waktu, itu saja.Karena saya tidak pernah berkeinginan untuk mendapatkan nilai tinggi,berprestasi,mempunyai banyak piala,dsb.Ironi memang(sebagian orang mengatakan demikian),tapi itulah saya.
Dalam
Sekarang mulai kemarin(bukan hari ini) saya mulai merajut mimpi-mimpi saya lagi.Mimpi menjadi pengusaha. Pengusaha yang baik hati.Yang peduli dengan keadaan umat Islam, yang peduli dengan pendidikan, dsb.Belum konkret memang(posisi saya).Saya akan membuat konsep agar terlihat langka2 yang harus saya jalani.
Pengusaha?Pengusaha apa ya?mimpi lagi dulu akh..
Dasar pemimpi
Baca Selengkapnya
Saturday, December 15, 2007
Negara ini tidak krisis ekonominya!
Negara ini tidak krisis.
Rakyat adalah sebagai salah satu komponen negara.
Lihatlah banyak sekali dibangun mall2 baru, pusat grosir,*.market dll. Mengapa itu semua bisa terjadi?Karena rakyat ini memang MAMPU berbelanja di tempat2 tersebut.Dari situ saya simpulkan masyarakat kita memang kaya.
Saya juga tidak mampu untuk meyalahkan pemerintah, karena sebab utamanya ada di diri kita masing-masing yang suka MENGELUH.
Jadi, jangan mengeluh jika BBM dinaikan!
Baca Selengkapnya
Friday, December 14, 2007
Bodoh yang disadari
Bodoh yang semakin bodoh, dan akan terus bodoh. Adakah obat pengusir kebodahan?
Sesuatu yang klasik, kita mengetahui kebodohan sendiri dan bingung bagaimana cara menghilangkannya...
I need your help, friends !
Baca Selengkapnya
Saturday, December 01, 2007
AIDS, Kondom dan Maling
Membagikan kondom untuk mencegah terjadinya penyebaran AIDS terdengar sangat masuk akal. Mengajari berbuat sesuatu tapi tidak mau menanggung semua resiko yang mungkin ditimbulkannya. Pesan yang terbaca oleh saya: Amankan aktivitas sex Anda dengan kondom. Sex bebas, amankan dengan kondom.
Menurut logika ndeso saya, itu sama saja mengajarin orang menjadi maling. Mencurilah, asalkan jangan sampai ketahuan polisi. Maap kalau perumpamaan ini terlalu ndeso :)
Dengan membagikan kondom gratis dan melakukan seminar sana sini, semakin jelas pesan sponsornya, jelaslah.Kampanye ini juga merancukan antara peduli terhadap penderita AIDS dan bagaimana mencegah terjangkitnya virus ini ke tubuh kita.
Saya mencoba merenungkan makna pembagian kondom ini, hasilnya: Menganggap saya, kita semua, pelaku sex bebas! Harus diamankan dengan kondom. Padahal kita tahu, fungsi kondom sebenarnya adalah alat kontrasepsi. Yang mana tidak ada sangkut-pautnya dengan AIDS. Belum lagi kalau kita bertanya seberapa kecil pori-pori kondom hingga dapat memfilter virus HIV?
Tulisan ini bukan berarti saya menutup mata dengan adanya sebagian masyarakat yang menggap sex pra-nikah bukan sesuatu yang terlarang,sesuatu yang biasa-biasa saja. Sungguh bukan itu maksud saya, saya mengakui dan menghargai mereka.Saya hanya merasa terganggu/merasa dibodohi, merasa ada tangan-tangan yang tak terlihat dibalik kampanye tersebut. Secara tersirat, menggiring kita ke arah fre sex yang katanya nikmat itu. hmm...
Salam hangat
Usamah
Baca Selengkapnya
Saturday, November 24, 2007
Bagai Bangau menenggelamkan Kura-kura
Bagai Bangau yang hendak menghukum kura-ku ra dengan menenggelamkannya ke kolam, itulah gambaran pihak berwajib yang sedang akan menghukum Amrozi cs.
Sadarkah sang Bangau jika kura-kura ditengg elamkan ke air tidak akan menderita.Kura-kura malah menikmatinya,itu pasti!Jelas, itu habitatnya.
Amrozi cs merasa tujuannya akan tercapai, yaitu Syahid(Maati Mulia)jika dihukum MATI dan kematian itulah yang dicarinya.
Bukannya gue sejalan/seide sama mereka, hanya sekedar memberikan pendapat.
Sebenarnya kita semau(yang muslim) menjadi korban, kita semua dipandang minor oleh orang alin di tengah keragaman budaya dan agama di negri ini.
Selamat berjoeang,
Usamah
Baca Selengkapnya
Okupasni Hotel
Ada apa dengan okupansi hotel? Ga ada apapa sih....
Terus terang saya mau meneliti tentang dampak lumpur Sidoarjo terhadap tingkat hunian hotel di daerah yang banyak obyek wisatanya: Batu-Malang.
Judul TA(Tugas Akhir) saya : Dampak Becana Alam Lumpur Sidoarjo Terhadap Tingkat Okupansi Hotel di Daerah Batu-Malang. Full statistik...nanti ajalah kita bicarakan....
Belum ada data....ada yang mau nyumbang data?data hunian sebelum dan sesudah lumpur Sidoarjo.
Salam Hangat aja..
Usamah
Baca Selengkapnya
